Minggu, 06 Juli 2014

Mommy Days Out 2 Turkey Day 6 ( Cappadocia day tour )




Day 6 : 1 May 2014 – Cappadocia tour 2

Highlights : - Gorome Open air Museum, Pigeon Valley, Kaymakli Underground city, Turkish Night

Kami bangun  agak siangan  hari ini, jam 7 saya baru membuka mata. Ong masih tertidur lelap di samping saya. Lalu saya bergegas ke kamar mandi dan menikmati berendam di jaccuzinya. Hari ini kami  berangkat agak siang karena menunggu  Chen tini dkk pulang dari naik hot balloon. Sambil menunggu airnya penuh, saya dan Erna sempat keluar kamar dan melihat pemandangan indah penuh balon udara di depan teras kamar kami.

Ketika kami sedang sarapan , teman-teman yang naik ballon kembali dari perjalanan mereka dan bergabung dengan kami. Jam 10 kami menuju Underground city. Kota di bawah tanah tempat umat kristen  bersembunyi dari kejaran umat muslim pada saat terjadi perang salib. Masuk kota bawah tanah ini harus menundukkan kepala dan posisi berjalan membungkuk. Karena Darling berjalan di depan kami, dengan posisi ini, CD nya jadi keliatan, dan kami semua berebut untuk berjalan pas dibelakangnya untuk melihat CD apa yand dia pakai. Chen tini akhirnya yang berhasil mengambil posisi di depan ( diam-diam, hebat juga langkah nya) info dari  Chen “ Biru garis-garis “, kami pun menyampaikan pesan berantai itu ke belakang. ( Iseng ya kami ? ) .  Kami juga sibuk mencari, ruangan mana ya yang bisa dijadikan ruangan bercinta. Di sana ada ruangan dapur, ada gudang, ada gereja, jadi pasti ada ruang bercinta. Sertac tidak menjelaskannya kepada kami . Jadi kami hanya menggunakan imajinasi kami untuk menebak yang mana ruangan tersebut.

Untuk  yang ada sakit pinggang atau takut pada ruangan kecil disarankan jangan masuk ke underground city karena nanti keluarnya pasti pinggangnya tambah sakit. Jalan membungkuk selama kira-kira 40 menit memang butuh perjuangan. Pada akhir perjalanan, kami sepakat mengatakan, untung kami datang ke Turki saat usia 40 an, kalau 60 an pasti sulit untuk berjalan memasuki underground city.

Perjalanan selanjutnya adalah ke Pigeon Valley. Pigeon Valley juga landscape bebatuan yang konon katanya adalah tempat tinggal burung merpati. Menurut Sertac, jaman dulu Merpati dipakai sebagai pengantar surat sehingga banyak merpati di Cappadocia. Bentuk bebatuannya memang berlubang-lubang seperti sarang merpati.
Kami makan siang di restoran dekat Pigeon Valley. Selesai makan siang, kami menuju Gorome –Open air Museum. Museum terbuka ini adalah gereja pada jaman dahulu. Jadi ada banyak lukisan-lukisan kisah hidup Yesus di setiap dindingnya. Ada 7 buah gereja di sana tapi kami tidak memasuki semuanya hanya berfoto sebentar lalu semua duduk santai di souvenir shop. Saya minta ke Sertac untuk pulang ke hotel saja setelah acara ini, karena kami butuh tidur siang . Sertac menyetujuinya dan mengatakan kalau kami tidak usah mengunjungi pabrik keramik lagi, karena dia lihat kami sudah capek dan ingin santai menikmati hotel kami ( Baik banget kan Guide kami? Kalau ikut tur dengan  peserta yang banyak, apalagi tur dari Indonesia, mana boleh suka-suka hati minta ini , minta itu. Semua harus on schedule. Kalau tur kita ini, benar-benar semau kita. Mau makan ini, mau minum kopi, mau tidur siang, tinggal minta dan Darling akan mengabulkannya).

Jam 6 kami berkumpul di lobby kemudian berangkat ke restoran yang menyajikan makan malam dengan pertunjukan tarian tradisional Turki, Belly dance, Sufi dance dan musik-musik lainnya. Satu orang include dinner adalah 100 Lira dengan bebas minum wine dan lain-lain Free flow istilah kerennya. Sebelum sampai di restoran, Sertac mengajak kami melihat matahari terbenam yang katanya sunsetnya adalah yang paling indah sedunia. Hehehehe ( Belum liat sunset  di  Bali si Sertac ) . Sunset nya sih indah tapi dinginnya itu yang tak tahan, akhirnya kami hanya berfoto sebentar itupun dengan gaya menggigil lalu cepat-cepat masuk kembali ke mobil.

Kami sampai di restoran sekitar jam 7 malam. Kami diberi tempat duduk dengan posisi cukup strategis dekat dengan panggungnya. Makanannya standar saja , selalu dimulai dari salad, soup dan main course kebab ayam dan nasi. Kami juga minum wine dan beer sampe puas. Meskipun ada jus dan air putih di meja, semua itu tak kita sentuh . Mumpung ada wine free flow (Biasa orang medan selalu pintar hitung mana yang lebih untung, Hahahaha)

Pertunjukan di mulai jam 8 malam dengan tarian sufi setelah itu tarian  tentang drama percintaan,  baru sekitar jam 9  tiba-tiba  Lampu digelapin dan seorang perempuan cantik yang sangat tinggi dengan topi lilin di atas kepalanya berjalan anggun dari luar dan mulai  menari meliuk-liukan perutnya. Inilah Belly Dance.... Kami semua sangat terhibur dengan kemampuan menari wanita ini, juga kemampuannya menguasai panggung dan mengajak penonton cowok untuk menari bersama sambil dikerjain tentunya.

Jam 11 pertunjukan berakhir dan Ayin dengan cepatnya menyambar dua buah air mineral dari meja sebelah untuk kami bawa pulang berhubung air mineral bekal  kami sudah habis ( Orang medan pintar kan memanfaatkan situasi ? ) 

Sabtu, 05 Juli 2014

Mommy Days Out 2 Turkey Day 5 ( Ankara- Cappadocia )








Day 5 : 30 April 2014 – Ankara – Cappadocia

Highlights : Fairy Chimney, Uchisar Castle

Hari ini kami akan menuju Cappadocia. Perjalanan ke Cappadocia adalah 4 jam perjalanan dari Ankara. Kami berangkat jam 9 pagi. Kemarin malam Erna Chen mendapat kabar bahwa papanya jadi melakukan operasi di Penang. Erna agak sedih  pagi ini, sehingga  kami berusaha menghiburnya dan menenangkannya kalau papanya pasti akan sembuh dan kami semua akan ikut berdoa untuknya.  Di mobil seperti biasa kami bercanda gila-gilan. Kali ini Ayin bercandain salah satu teman kita di Jakarta si Ationg yang menitipkan madu penguat ke saya. Ayin bilang gara-gara mau beli madu  itu saya di ciduk polisi. Hahahaha. Tiong jadi kalang kabut dengarnya  ( Sorry Tiong )

Di tengah perjalanan menuju Cappadocia, sang supir yang penuh pengertian berhenti di sebuah danau indah supaya kami bisa berfoto. Danau ini bernama Salt lake. Ajaib ya, Danau,  tapi airnya asin dan bisa menghasilkan garam. Menuju danau, kami ditawari dengan lulur garam untuk muka dan badan yang katanya bermanfaat untuk menghaluskan wajah. Sertac juga mengajak kami makan es krim di toko es krim. Katanya es krim ini adalah es krim terlezat di Turki karena dibuat dari susu kambing. Dan memang saya yang penggila es krim suka banget es krim ini.

Jam 1.30 kami sampai ke kota Urgup Cappadocia. Dari kejauhan kami melihat pemandangan yang sungguh belum pernah kita liat di manapun. Landscape kuning keemasan naik turun membentuk siluet-siluet  permukaan yang indah . Keindahan dan keunikkan pemandangan di Cappadocia susah diungkapkan dengan kata-kata,jadi saran saya kalau berkesempatan ke  Turki, Cappadocia adalah suatu tempat yang harus dikunjungi

Kami di bawa Sertac ke restoran untuk makan siang. Nama restorannya Aydede Restaurant.  Restoran ini dikelilingi pemandangan gunung-gunung berwarna kecoklatan dan design restorannya seperti rumah-rumah jaman dulu dengan nuansa bebatuan. Restoran ini mungkin adalah restoran wajib yang harus dikunjungi  turis saat di Urgup. Saya melihat banyak grup turis yang sedang makan di restoran ini. Selain mungkin karena  makanannya juga Lezat, restoran ini juga  menyediakan atraksi menarik kepada para pengunjung sebelum memulai santapannya.  Saya berkesempatan untuk memecahkan kendi yang berisi daging domba yang dimasak di dalam kendi tersebut.  Saya dengan gaya profesional dan sekali sabetan berhasil  memecahkan kendi tersebut. Tepuk tangan dari pengunjung dan para mommy membuat saya sedikit tersipu malu ( malu-maluin atau malu ???

Selesai makan kami mengunjungi fairy Chimney , ini adalah suatu dataran luar biasa indah yang terdiri dari batu-batu indah berbentuk jamur, atau cerobong asap  menurut Sertac. kalau menurut saya batu-batuan indah yang bersusun berjejer itu lebih mirip .... Hihihi Penis. Dan semua mommy setuju kalau bentuknya lebih mirip Penis daripada jamur. How about you?  Iseng kami pun muncul. Saya disuruh menjulurkan lidah  dan Ayen sang photographer akan membuat saya seperti menjilat batu-batunya. Pas sedang bergaya ada seorang Bapak Bule yang heran melihat tingkah laku saya, dia berjalan lurus tetapi kepalanya terus melihat ke arah saya yang sedang bergaya menjulurkan lidah, dan Bapak itupun jatuh terpental karena jalanan yang tidak rata. Kami tertawa bercampur kasian melihatnya. Sang Bapak lalu berjalan ke arah kami dan melihat hasil foto Yen.. dan parahnya dia juga minta di foto seperti saya. Hahaha. Tapi dia tak berani se vulgar saya, dia hanya berfoto seperti sedang mengelus batang jamurnya.
Oh ya sebelum berfoto gaya jilat menjilat  tersebut,  Yen, Ong, Chen, Yin dan saya mencoba naik ke atas bukit yang kelihatannya tidak terlalu tinggi, soalnya kami melihat seorang Bapak  bisa naik dengan santai . Kami pun naik dan hati-hati melangkah karena batu-batunya lumayan licin, dan ketika kami hampir sampai ke atas, tak sengaja kami serentak melihat ke bawah dan alamak rupanya tinggi juga akibatnya kami diam tak bergerak di sisi itu. Terduduk lemas dan tak berani melangkah. Maju salah, mundur takut. Geli campur takut kami berlima pun akhirnya duduk diam menenangkan nafas lalu membuat keputusan untuk merangkak turun kembali pelan-pelan sambil berpegangan tangan. Kalau sudah berumur jangan Sok ya, kata kami saling mengingatkan ketika berhasil turun ke bawah.

Dari Fairy Chimney kami menuju landscape landscape indah lainnya  . Bebatuannya ada yang berbentuk Unta, Pinguin, dll .  Sertac menyuruh kami untuk menggunakan imajinasi saat melihat bebatuan itu. Jadi saya tak salah kan kalau di Fairy Chimney imajinasi saya mengatakan lebih mirip penis daripada jamur. Hahahahaa. Bebatuan di Cappadocia ini  terjadi karena letusan gunung berapi ribuan tahun yang lalu, jadi bukan buatan manusia. Setelah puas menikmati pemandangan indah  kami dibawa “Darling” ke suatu pabrik karpet ( inilah salah satu trip yang tak bisa dihindari kalau ikut tur, selalu dibawa ke mana-mana untuk beli barang) Kami di bawa ke rumah penduduk untuk melihat cara membuat karpet. Menurut Sertac perempuan Turki jaman dulu harus bisa menganyam Karpet sebagai syarat untuk menikah dan laki-lakinya harus bisa membuat keramik. Toko karpetnya luar biasa besar, dan yang paling luar biasa adalah  tiga anak laki-laki pemilik toko karpet. Gantengggggggggggggggggg sekali. ( G saya panjang banget, karena anaknya benar-benar  ganteng) sampai kami mau minta foto pun  malu karena takut dibilang cari perhatian.  Ayen  akhirnya membeli satu buah sajadah untuk clientnya dan menyelamatkan muka kami di depan cowok- cowok  ganteng itu. Bayangin aja 3 cowok ganteng, badan bagus, bau harum melayani kita ber delapan memperlihatkan karpet-karpet indah. Kalau bisa beli mau deh kita beli semua supaya tidak malu-maluin, tapi harganya mahal sekali dan tentu saja susah bawanya.  Thanks  Yen uda jadi penyelamat kita.

Di perjalanan menuju hotel kami minta ke Sertac untuk membawa kami membeli nasi karena kami mau makan di kamar  saja dengan lauk-lauk lezat kami, kami sudah tidak ingin keluar dari hotel lagi. Kami ingin menikmati hotel kami yang ada di gua yang menurut Sertac adalah the best hotel selama perjalanan kami ini.

Waktu sudah menunjukan pukul 7 ketika kami sampai di hotel kami “Konak Cave hotel”. Hotelnya di atas bukit. Naik tangganya banyak banget, ngos-ngosan kami angkat koper kami. Sertac dan pak supir juga ngos-ngosan. Tapi rasa ngos-ngosannya terbayar karena kamarnya sangat indah. Kami serasa tinggal di gua supermewah . Setiap kamar designnya berbeda-beda. Kamar Ayin dan Chen Tini seperti kamar honey moon ada tirai yang membatasi  ruang tamu ke kamar tidur. Kamar Chen  Erna  dan Rina adalah family room karena ada 1 tempat tidur king dan 2 tempat tidur single di kamarnya. Yen dan Ivy memutuskan untuk tidur bareng Erna dan Chen supaya kamar mereka berdua tidak terpisah jauh  dengan kami. Kamar saya dan Ong hanya ada satu tempat tidur queen dan satu tempat tidur single . Setiap kamar dilengkapi kamar mandi super luas dengan jaccuzi. Ivy sempat berfoto ala bintang iklan sabun lux di jaccuzinya. Malam itu kami kongkow dan makan malam di kamar Chen dan Yin, biasa dengan menu andalan kami, sambel terasi, abon, ikan teri, sambel ebi . Acara makan dan kongkownya sampai jam 10 malam, meskipun belum ngantuk banget tapi kami harus segera tidur karena besok Yen, Yin, Chen tini dan Ivy pagi-pagi harus bangun untuk naik hot ballon.










Kamis, 03 Juli 2014

Mommy Days Out 2 Turkey Day 4 ( Istanbul- Ankara )




Day 4 : 29 April 2014  - Istanbul – Ankara

Highlights : Ataturk’s Mausoleum – Atakule and Andatolia Civilization Museum

Hari ini jam 8 pagi kami sudah kumpul di Lobby untuk melakukan perjalanan sekitar 5 jam mengunjungi ibukota Turki-  Ankara. Meskipun perjalanannya 5 jam, tidak terlalu kami rasakan,  karena sang bapak supir mengemudi dengan sangat nyaman. Juga jalan-jalan di Turki sangat mulus dan tentu saja sepanjang perjalanan kami ngobrol dan tertawa-tawa. Bahan obrolan kami sangat beragam, mulai dari masalah politik, masalah anak, masalah suami, masalah seks , masalah teman sekampung, semua-semuanya kami obrolin . Kami juga merencanakan tema untuk acara reuni akbar kami yang akan diselenggarakan pada tahun 2016.

Tengah hari kami sudah memasuki kota Ankara. Dan seperti layaknya Ibukota. Ankara terlihat lebih modern, dengan jalan-jalan yang luas dan gedung-gedung yang berjejer rapi. Kali ini Sertac mengajak kami makan siang di restoran yang berbentuk pondok di tengah-tengah pohon pinus,nama restorannya “ Cardak Pide et Balik”  Seperti biasa hidangannya dimulai dari salad dan cream soup yang  sangat yummy. Dagingnya juga sangat lembut juga tentu saja ada roti.  Makanan turki enak kok ternyata. Kami bisa menikmati makan siang tersebut dengan lahap, tentu saja ada sambel yang ikut melezatkan setiap makanan kami. Sertac yang kami suruh coba sambelnya sedikit benar-benar kepedesan  sehingga membuat mukanya yang ganteng memerah.

Selesai makan kami menuju Ataturk’s Mausoleum di perjalanan menuju Ataturk Mousoleum saya mengatakan kepada Sertac sang guide ganteng, kalau saya dan teman-teman susah sekali melafalkan namanya. Ivy memanggilnya Seltek, saya kadang-kadang memanggilnya Saltec padahal namanya kan seharusnya diucapkan  “share tach.” Jadi kata saya kepadanya  “ From now , we will call u darling “ Dia tertawa mendengarnya dan kami semua setuju dengan ide gila saya itu. Jadi sejak itu  kami memanggilnya darling. Dan Tini Chen pun mulai iseng. Katanya karena kami memanggilnya darling, Sertac harus memanggil kami “sayangku”.  Dia sibuk mengajarkan Sertac  bagaimana cara melafalkan kata Sayangku. Kami tertawa terbahak-bahak selama perjalanan menikmati Ataturk Mausoleum juga Atakule dan Anatolia Civilization Museum.  

Ataturk’s Mausoleum adalah tempat Bapak Demokrasi Turki Ataturk di makamkan. Jadi di tengah ruangan ada peti mati untuk menghormati Ataturk. Gedungnya sangat mewah . Di dalamnya juga dapat dilihat gambar-gambar kejadian saat terjadi perang di Turki. Kami sempat bercanda akan datang lagi  April tahun depan untuk sembahyang ceng beng bagi Ataturk ( Maaf  Bapak Ataturk, atas candaan kami).

Selesai cek in di Royal Carina hotel kami bersiap-siap untuk dinner di  Sevilla bar revolving restaurant. Kami sudah full dress up karena yang saya baca , harus berpakaian keren untuk memasuki bar itu. Setelah mencari-cari ternyata barnya tutup dan sedang direnovasi dan baru akan dibuka kembali oktober 2014. Nangis bombay deh kami semua. Sudah make up, pakai pakaian keren eh barnya tutup. Akhirnya kami menyuruh  Sertac membawa kami ke mall untuk makan malam.Ternyata mallnya tidak ada apa-apa dari luar aja keliatan megah, tetapi dalamnya sunyi sekali. Kami memutuskan untuk makan nasi di hotel saja, kami menuju foodcourt dan membeli 8 bungkus nasi putih seharga 3 lira per bungkus (@  Rp. 16.500 ) juga membeli juice untuk kemudian menuju hotel dan makan dengan lauk ikan teri, abon, sambel terasi  dan pop mie  Gila!  Ini benar-benar nikmat sekali, terbayar sudah deh kekecewaan tidak ke Sevilla Revolving Bar.  

















Mommy Days Out 2 Turkey Day 3 ( Istanbul City Tour )






Day 3 : 28 April 2014 – Istanbul city tour

Highlights : Blue Mosgue, Topkapi Palace, Hippodrome, Bosphorus private cruise

Jam 9 pagi kami kumpul di lobby hotel. Sertac, sang guide sudah menunggu kami . Sebelum mulai tour kami, kami semua menukar uang dulu di money changer dekat hotel. Sambil menunggu teman-teman yang lain menukar uang, Ayin mengeluarkan Tongsis (  selama perjalanan ini kami menamakan tongsis “tongkat atek” = berhubung Ayin belinya dari Atek, salah satu teman kami di Medan ) dan kamipun heboh berfoto ria di tengah –tengah trotoar, banyak yang melihat ke arah kami sampai ada penjaga toko cowok ganteng ikutan nimbrung saat kami foto. Untung cowok ganteng, kalau jelek pasti uda kita marah-marahin .
 Rintik-rintik hujan  mengiringi perjalanan kami menuju Blue Mosque.  Sampai di Blue Mosque hujan bertambah besar. Setiap pengunjung yang memasuki Blue Mosque  harus memakai kain penutup kepala dan memakai kain panjang sampai ke mata kaki  juga membuka sepatu .  Jadi di depan pintu masuk disediakan banyak plastik supaya pengunjung bisa menenteng sepatunya. Keadaan di dalam Blue Mosque sama seperti mesjid pada umumnya bedanya di Blue Mosque hiasan kubah-kubahnya adalah dari Mozaik-mozaik ratusan tahun berwarna biru yang indah sekali.

Dari Blue Mosque kami menuju Topkapi Palace. Antrean sangat panjang untuk membeli tiket ketika kami sampai di sana, tapi berhubung kami memakai guide, kami tidak perlu melalui antrian, tiket kami sudah tersedia dan kami bisa langsung melenggang masuk ke ruangan tempat di pamerkannya  barang-barang peninggalan Sultan Turki, mulai dari baju , perhiasaan dan lain-lainnya.

Topkapi Palace, Blue Mosque, Hagia Sophia, Hippodrome masih berada di satu kawasan Sultanahmet yang semuanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Hari ini kami tidak mengunjungi Hagia Sophia karena setiap hari Senin Hagia Sophia tutup untuk umum. Kami berencana mengunjunginya pada saat hari terakhir kami di Turki.
Dari Hippodrome  yang merupakan tempat penampungan air di jaman dulu, kami diajak berjalan kaki menuju Sultanahmet fish house. Restoran kecil dan nyaman yang menyediakan menu ikan yang sangat enak.   Makan siang kali ini adalah termasuk dalam paket tur kami, jadi pihak T4T yang akan membayar. Mulanya kami duduk diam saja, karena berpikiran pasti kami akan diberi makan sesuai pesanan travel, seperti  kebiasaan tur2 di Indonesia.  ternyata Sertac menyuruh kami memilih menu apapun yang kami suka yang ada di buku menu. Sang pemilik  restoran yang sangat  ramah merekomendasi kami untuk memilih menu ikan sarden yang digoreng yang merupakan specialitynya. Kami setuju dan masing-masing memesan satu buah  menu ikan.Makanan mulai dihidangkan dari soup, salad, baru main course nya si ikan sarden yang digoreng dengan porsi yang benar-benar besar dan tentu saja  membuat kami kekenyangan. Ikan sarden gorengnya enak sekali  apalagi kami makan dengan sambel terasi . Benar-benar Mamamia Lezatos

Setelah kenyang menikmati hidangan yang sangat lezat itu. Kami segera beranjak ke selat Bosphorus . Sertac sudah memesan satu buah kapal private khusus untuk kami ber delapan. Seperti biasa kami tidak ingin campur dengan orang lain saat menikmati keindahan selat Bosphorus agar kami bisa bebas tertawa, bebas berfoto ria dan bebas gila-gilaan. Satu orang Euro 50 untuk perjalanan sekitar 1 jam mengelilingi selat Bosphorus. Mahal sih , kalau dirupiahkan sekitar 800 ribu, tapi untuk bergaya layaknya istri Onasis ( Itu  kata Ayin ) dan biar kami puas  gilanya  worthed juga lah harga tersebut.  Hujan masih rintik-rintik  ketika kami naik ke kapal . Kapal melaju dengan diiringi musik dugem yang membuat Ong menari bersama Sertac. Kami semua tertawa senang. Lalu kami naik ke dek atas dan berfoto menikmati pemandangan indah selat Bosphorus. Bangunan-bangungan indah, hotel-hotel mewah, istana , restoran-restoran, Galata bridge, Bosphorus Bridge  dan rumah-rumah orang kaya menjadi pemandangan luar biasa  yang menemani perjalanan kami mengelilingi Selat Bosphorus
Selesai menikmati selat Bosphorus, kami menuju ke Historia Mall . Kami makan malam di restoran  lokal di samping mall. Nama restorannya “ Akdeniz Soray Sofrasi Lokantamiz” dan sudah berdiri sejak tahun 1985. Lokanta atau Lokantamis adalah nama untuk restoran yang khusus menjual makanan tradisional Turki. Di restoran  ini kami memesan kebab yang sangat panjang dan makanan aneh-aneh yang dikenalkan Sertac kepada kami. Nampaknya Ayin tidak cocok dengan makanan di sana sehingga mukanya sedikit cemberut tapi demi menghormati Sertac, kami tetap menikmati makan malam itu sampai selesai.





Rabu, 02 Juli 2014

Mommy Days out to Turkey Day 2 ( Doha - Istanbul )








Day 2  : 27 April 2014    Doha- Istanbul

Highlights : -  Emirgen Park and Istinye Mall

Perjalanan ke Doha membutuhkan waktu 8 jam . Kami mendarat di bandara International Doha jam 4 pagi waktu setempat ( Waktu Doha lebih lambat 4 jam dari Jakarta) Turun dari Pesawat, sudah ada bus yang menunggu . Bandara Doha sangat luas. Tempat parkir pesawatnya sangat jauh dari terminal keberangkatannya, jadi semua penumpang harus naik bus untuk menuju terminal keberangkatan,  tidak bisa langsung jalan melalui belalai seperti bandara-bandara international lainnya. Untuk naik bus dari tempat parkir pesawat menuju terminal  saja dibutuhkan  waktu 10. menit.  Saat di bus kami bertemu dengan seorang Bapak asal Indonesia yang hendak menjenguk cucunya di Belgia. Bapak  yang baik hati ini  menjelaskan kepada kami bahwa sejak empat tahun lalu, Negara Qatar menyadari potensi negaranya yang bisa menjadi negara transit untuk orang-orang yang hendak berpergian ke Eropah dari Asia dan sebaliknya karena mereka letaknya di tengah sehingga pelancong tidak perlu terlalu lama naik pesawat. Jadi negara Qatar membangun airport besar ini, membeli banyak pesawat untuk mengoperasikan Qatar airways dan mengambil banyak pelanggan dari seluruh dunia untuk berpergian dan semua di transit di Doha untuk kemudian baru di terbangkan menuju negara tujuan masing-masing. Sehingga memang pemandangan di tempat parkir pesawat yang berjejer  semua adalah lambang Qatar Airways tidak ada maskapai lain yang saya lihat ada di parkiran pesawat.

Bapak ini juga yang memberi peringatan kepada kami supaya tidak turun saat bus mencapai arrival gate pertama, karena arrival gate pertama ini adalah untuk mereka yang sudah sampai di Doha dan tidak melanjutkan perjalanan. Bagi kami yang transit ada gate tersendiri.  Benar-benar bersyukur ada Bapak ini, kalau nggak pasti kami akan turun dan terbengong-bengong, kok sepi banget nih bandara. Ayin yang berdiri di dekat pintu sudah sempat turun, dan buru-buru kami jeritin “ Belum Yin.” dan  sambil bercanda yang lain bilang padanya “ Bye.. Bye Yin” 
Saat arrival gate kedua, kami semua langsung turun begitu pula dengan semua penumpang yang ada di bus, jadi benar kata Bapak itu kalau semua penumpang ini adalah penumpang transit yang kemudian akan terbang ke negara-negara lain.  Kami berpisah dengan sang Bapak baik hati di escalator , dia menuju gate nya dan kami masuk ke lounge dengan kartu kredit Ayin yang 1 kartu bisa untuk 10 orang ( Asyik juga nih bawa sosialita Medan ).
Kami berangkat ke Istanbul jam 7.30  pagi dan akhirnya mendarat di Istanbul jam 12.30 siang ( butuh sekitar 5 jam penerbangan  Doha- Istanbul ). 

Setelah semua  bagasi dikumpulkan, Ong menukar 400 euro ke lira untuk bekal awal kami, karena kami sama sekali tidak membawa uang lira. ( Kami masing-masing memberikan Ong  50 euro ) Uang Lira kursnya tidak bagus bila ditukar di Indonesia satu Lira bisa sekitar Rp. 7000,- sedangkan apabila kita menukar dengan euro di Turki  maka  1 lira itu sekitar Rp. 5.500,- Selesai menukar euro dengan lira kami segera berjalan keluar untuk mencari mobil jemputan kami. Mr. Kaplan bilang akan ada seseorang yang membawa kertas dengan tulisan nama saya di arrival gate. Hati saya mulai kebat-kebit, ada yang jemput nggak ya ? Kalau nggak ada yang jemput bisa berantakan nih acara jalan-jalannya. Dan saya pasti akan merasa sangat bersalah. Pintu  terbuka dan di depan pintu kedatangan,  ada seorang cowok ganteng yang memegang tulisan NETTY GAN. Hati saya langsung terasa adem .  Pertama karena sudah ada yang jemput dan kedua karena cowoknya manis banget. Moga-moga dia supir kami . Setelah saling mengenalkan diri dengan si cowok manis, yang  ternyata............ Teng teng teng teng !   Beliau  adalah guide kami selama  perjalanan ini. Oh.. benar- benar bonus dari T4T, karena dari awal saya berpikiran bahwa tour kami adalah private tour jadi  kami tidak akan diberi guide, hanya akan diberikan  supir yang merangkap jadi guide. Juga di itenarary kami tidak ada tertulis tip guide seperti biasanya tour Indonesia.  Dari Jakarta saya sudah memberitahukan kepada mommy-mommy hal tersebut bahwa mungkin kami hanya akan jalan dengan supir yang merangkap guide seperti saat kami di Jeju Korea dulu. Makanya  ketika sang cowok manis mengenalkan dirinya sebagai seorang guide yang akan menemani kami, kami senang sekali. Dapat guide ganteng, supir simpatik dengan seragam jas seperti supir-supir limosin film hollywood dan tentu saja mobil mercedes vans mewah yang bisa muat 16 orang . Jadinya di mobil itu kita bebas duduk masing-masing satu bangku bahkan Ayin bisa tiduran di bangku paling belakang. Benar-benar awal perjalanan yang indah. ( Mobilnya sih muat 16 orang, tapi tempat kopernya penuh dengan koper kita ber 8, jadi mommy days outnya sudah kami putuskan tidak nambah member lagi )

Perjalanan ke  Aspen hotel  memakan waktu sekitar 1 jam, selama perjalanan kami melihat pemandangan yang sangat bagus. Istanbul memang negara yang bersih dan teratur, Ada peninggalan benteng-benteng tua dari jaman Romawi yang bisa kita lihat di sepanjang jalan yang berbatasan dengan Laut Marmara.
Waktu sudah menunjukkan jam 3.30 ketika kami selesai check in dan mandi lalu berangkat ke Emirgen Park untuk melihat festival bunga tulip. Macet sekali jalan menuju Emirgen Park sehingga guide kami yang bernama Sertac ( dibaca Sharetach) mengatakan agar kami turun di gate terdekat lalu dia akan menjemput kami di gate keluar satunya. Kami sepakat untuk bertemu lagi  di gate  jam 6.00 sore.

Emirgen Park adalah tempat diselenggarakannya Tulip Festival di Istanbul. Taman ini sangat luas dan indah, banyak pasangan pengantin  Turki yang melakukan foto prewed di sana .Berhubung  sudah akhir April, Bunga tulipnya sebahagian sudah mulai layu tapi masih  indah . Bunganya beraneka warna, merah, kuning, ungu, putih dan ditanam indah berkelompok.  Selesai berfoto ria jam sudah menunjukkan 5.30 dan kami bersiap-siap mencari pintu keluar tempat sang guide ganteng menunggu kami. Taman yang luas, tidak ada penunjuk arah berbahasa inggris, membuat kami lumayan kalang kabut mencari pintu keluar.  Bertanya kepada sesama pengunjung  tidak ada yang tahu di mana pintu keluar, atau orang yang kami tanya tidak mengerti bahasa inggris. Akhirnya kami melihat petunjuk arah dan ada tulisan GO LET. Insting penerjemah saya langsung jalan. Itu pasti bahasa Turki untuk   jalan keluar, karena ada Go nya kan?  Ayo kita ikutin arah itu aja. Dan setelah berjalan 15 menit tidak ada tanda-tanda pintu keluar, saya mulai ragu dengan petunjuk kata GO Let tersebut , tapi kami jalan terus karena uda terlanjut ,  sampai  kami bertemu dengan petugas keamanan dan dia pun menunjukkan arah keluar yang benar kepada kami,  untung tidak terlalu jauh dari tempat kita berdiri saat itu  . Ternyata ...GO LET itu artinya Danau dalam bahasa Turki. Kalau kita tidak bertemu dengan petugas keamanan itu pasti kami jalan aja menuju danau, kapan ketemu pintu keluarnya? ( Hahahaha , makanya jangan sok pintar ).

Jam 6 tepat kami keluar dan bertemu dengan si guide ganteng Sertac yang sudah menunggu kami dengan setia bersama bapak supir.  Kami lalu di antar ke Istinye Mall . Disana kami makan di restaurant outdoor yang dikelilingi oleh toko-toko HighEnd. Restoran outdoor tempat makan kami di kelilingi toko-toko barang branded  . Ada LV, Hermes, Channel , dll dan yang paling indah adalah mobil-mobil sport car yang berseliweran di depan kami mulai dari Porsche, Audi, BMW yang tentu saja dengan pengemudinya yang ganteng-ganteng . Serasa di Beverly Hills kata Ivy. Kami benar-benar memuaskan mata dan perut di restoran ini. Benar kata orang-orangkalau  cowok Turki itu  ganteng-ganteng baru ½ hari aja mata saya sudah segar. Selesai shopping sedikit,  kami pun naik dua taxi dan pulang ke hotel untuk beristirahat. Benar-benar awal yang indah untuk perjalanan panjang kami. Semoga perjalanan kami selanjutnya akan tetap selancar hari ini doa saya sebelum menutup mata untuk tidur.
































Selasa, 01 Juli 2014

Mommy Days Out 2 Turkey Day 1 ( Jakarta - Doha )




Day 1  26 April 2014    Jakarta  – Doha 

Tanggal 26 April 2014 , hari yang kami tunggu- tunggu selama 18 bulan  akhirnya datang juga.  Jam 11 siang kami semua telah berkumpul di terminal 1 C Bandara Soetta, Minus Herlina ( Ayin ) yang baru akan sampe dari Medan sekitar jam 3 sore ini. Dua buah mobil Chen Tini sudah siap menjemput kami di Bandara.  Ketika kami siap-siap naik ke mobil ada pemandangan romantis yang saya lihat, ada seorang pemuda yang mengecup kening pacarnya sebagai ucapan selamat jalan. Aduhhhh romantis banget ya, jadi iri nih.

Dari bandara kami ke rumah Chen tini untuk menjemput anak-anaknya dan kemudian makan bebek Tepi Sawah di Baywalk pluit, selesai makan kami langsung  balik ke rmh Tini untuk mandi dan bersiap-siap ke Sky resto untuk acara kumpul-kumpul ANIMO’91 ( Asosiasi Alumni Sutomo’91) . Herlina pun sudah sampai di Sky ketika kami tiba.
Jam 9.30 malam kami berangkat menuju bandara untuk check in penerbangan kami ke Istanbul via Doha. .  Menurut Ayin , saat ini Qatar Airways adalah second Best Airline dibawah Emirates. SQ ada diurutan ke 3. Jadi pilihan saya untuk memakai qatar airways tidak salah, meskipun awalnya sempat deg-degan juga, apalagi Ong pernah bercanda, kalau dapat tiket murah nanti duduknya di atas sayap pesawat.

Chen tini membawa 3 dus air mineral untuk bekal kami selama di sana, karena takut susah beli air dan air mahal. Kami masing-masing sudah berbagi  tugas apa saja untuk dibawa sebagai bekal makanan kami selama di Turki, karena dari pengalaman dan cerita-cerita teman yang sudah pernah berkunjung ke Turki, makanan Turki tidak cocok dengan lidah orang Indonesia. Saya membawa sambel terasi sachetan , Abon Tuna ( pemberian Ibu Rofia, teman saya sesama pemenang ABC Ibu Juara ) Ong membawa sambel ebi, Ayen membawa sambel stabat andalannya , Ayin membawa Pop Mie. Chen Tini  juga membawa sambel teri dan kacang. Pokoknya kami ibarat mau piknik deh, saya bilang cuma kurang bawa rice-cooker sama tikar aja. Mana tau nasi di sana tak enak kan bisa masak sendiri dan tinggal cari taman untuk gelar tikarnya.

Jam 12 tepat kami dipanggil untuk naik  ke pesawat dan pesawat pun bersiap  terbang menuju Doha dan seperti biasa sebelum pesawat take off saya sudah tidur meninggalkan chen tini yang terbengong-bengong menyesal karena tak duduk di  first class soalnya saya yang membujuknya tidak usah naik first class biar bisa barengan dan menjanjikannya untuk saya pijit supaya dia bisa tidur. Hahahaha. Sorry Chen.

Senin, 30 Juni 2014

Mommy Days Out 2 Turkey - Prolog







Prolog

Perjalanan ke Turki telah kami rencanakan di pesawat saat pulang dari Korea ( Baca Mommy Days Out 2 Korea ) dan setelah menabung selama 18 bulan akhirnya perjalanan ini terlaksana di bulan April 2014. Mengapa kami memilih bulan April? Karena  di bulan April , Turki sedang musim Semi dan kami ingin menikmati cuaca yang tidak terlalu dingin atau terlalu panas.   Juga tentunya supaya kami bisa melihat bunga tulip,  yang ternyata menurut uncle google “  Bunga Tulip itu adalah bunga asli dari Turki yang di berikan oleh Sultan Turki saat berkunjung ke Belanda yang kemudian mengembang biakannya dengan sukses sehingga kemudian Belanda lah yang lebih  terkenal sebagai negara Tulip”
Perjalanan kali ini kami mendapat dua member baru Ivy Rina yang diajak oleh Dewi Ong dan Herlina Arifin yang diajak oleh saya    (Welcome to the Group, Gals !)
Awalnya kami masih ragu harus ikut tour atau jalan sendiri, akhirnya kami melakukan voting dan semua mommy  sepakat untuk jalan sendiri karena kalau ikut tur kami pasti tidak bisa berleha-leha, shopping sana sini, ngopi sana sini,  dan masih banyak kesenangan lain yang tidak bisa kami lakukan . Setelah  sepakat jalan sendiri,  sayapun  bertugas untuk google tempat-tempat mana saja yang harus dikunjungi dan bagaimana caranya kita bisa sampai ke tempat itu baik dengan bis , kereta api dan lain sebagainya juga tentu saja cari tiket pesawat murah              ( Sayang airasia tidak terbang ke Turki, kalau terbang tentu kita bisa pake flatbed sesuai impian kami  ) .
Saya pun melakukan tugas dengan sepenuh  hati, google sana sini, masuk skyscanner untuk info tiket pesawat  promo dan beli buku panduan wisata ke Turki secara Online . Pada bulan Oktober 2013 , saya menerima   email dari skyscanner  yang memberitahukan ada discount 25 % dari Qatar airways untuk semua rute penerbangan dalam rangka masuknya Qatar Airways ke layanan One World. Saya pun cepat-cepat online dan benar. Tiket penerbangan PP  Jakarta-Istanbul – Jakarta via Doha hanya  US $ 805 , nah masalahnya kalau  saya yang  beli tiketnya  untuk ber 8 dan ternyata saya salah bayar maka hampir 80 juta akan melayang, lalu saya BBM mommy di grup dan kami sepakat untuk memakai jasa travel untuk membeli tiket kami . Pilihan kami jatuh pada Wan Travel di Medan. Masalah tiket selesai. Jadwal keberangkatan  kami adalah 26 April 2014 sampai 12 Mei 2014.
Saat google sana-sini mencari tempat wisata, saya mendapatkan website tour operator di Turki dengan nama T 4 T ( Tour 4 Turkey) Saya tertarik dengan paket alumni tour nya ( hahaha, mentang-mentang ada nama alumni nya, ini akibat terlalu cinta pada ANIMO’91 ) lalu saya iseng mengirimkan email untuk bertanya tentang paket alumni tour ini. Tidak sampai sehari saya langsung mendapat email balasan dari owner T4T Mr. Muhammad Kaplan. Beliau meyakinkan saya kalau alumni tour ini adalah private tour yang khusus disediakan hanya untuk kita ber 8 jadi selama perjalanan kami tidak akan digabung dengan orang lain kecuali saat gullet cruise.  Harga yang ditawarkan juga sangat bagus hanya Euro 800 atau kalau dirupiahkan sekitar 12 juta untuk 14 hari. Itu sudah include dengan transportasi ,  tour ke lokasi wisata, makan, gullet cruise dan tiket pesawat Izmir – Istanbul . Kami sepakat untuk mengambil tour ini dan menambah 1 hari untuk acara kami sendiri di Istanbul supaya kami bisa explore Istanbul dengan bebas . Jadi harga yang disepakati untuk 15 hari adalah Euro 850 ( Rp. 13.600.00 dengan asumsi 1 euro = Rp. 16.000 )
Saya melakukan email yang lumayan intensif dengan Mr. Kaplan banyak hal yang saya tanyakan.  Di tiap  email saya selalu minta konfirmasi nya kalau saya tidak mau tour dicampur dengan orang lain, saya mau mobil sendiri , saya tidak mau ini, saya tidak mau itu. Saya tanya tentang hotel, tentang nilai tukar Lira.  Saya tanya tentang mobil yang harus nyaman karena kami bawa banyak barang, jangan kasih mobil kecil yang hanya muat koper kami aja, saya benar-benar nanya dengan cerewet, sebelum saya setuju melakukan pembayaran DP  ( Takut juga kan kalau dia nipu ) saya sampai cek T4T di webiste departemen pariwisata Turki dan memasukan no id nya T4T apakah tour ini terdaftar  atau tidak. Saya juga membaca semua review di tripadvisor tentang T4T yang semuanya mereview kalau perusahaan ini sangat profesional dan bagus.  Di bulan Nopember ,  Mr. Kaplan  meminta pembayaran DP sebesar 35 % , saya pun berusaha tidak membayar sebesar itu, saya bilang kami baru saja beli tiket uang nya nggak cukup, saya minta pembayarannya nanti aja di bulan Januari. Tapi dia bilang tidak bisa karena dia harus pesan cruise jadi pembayaran paling lambat harus di bulan Desember. Saya minta jangan 35 % kalau dia mau kami bayar DP di bulan Des, saya minta 10 % aja, dia jawab nggak bisa terlalu kecil. Saya tawar 20 % dia jawab nggak bisa. Mungkin karena kesal saya tawar menawar terus dan terlalu cerewet. Email nya yang terakhir untuk menjawab pertanyaan saya dia panggil saya Sister.... Please sent us 25 % for Down Payment ( hahahaha. Ngamuk dia ) lalu saya buru-buru  membalas emailnya “ Brother..... Ok I agree with 25 % Down Payment.  Will sent to you on December. Saya berpikir 25 % down payment Ok deh seandainya dia nipu anggap aja kami tidak mendapat discount dari pesawat Qatar airways. Sekarang semua uda kelar. Tiket pesawat sudah ok, tour sudah ada jadi kami tidak sibuk lagi pesan hotel dan lain-lain.  Kali ini kami sangat santai dan tinggal menunggu waktu untuk perjalanan kami.


Total Biaya Pesawat dan Tour Kami sesuai Kurs adalah sebesar Rp. 23.047.050